![]() |
| Owh...😊 |
Sebuah
kehidupan membutuhkan harmoni, agar segala sesuatu bejalan lancar, sebab
kehidupan seperti naik sepeda. dibutuhkan keseimbangan agar bisa
meluncur dengan kencang. Albert Einstein (1879 - 1955)
Tersenyumlah ke cermin setiap pagi, lihat baik-baik seseorang yang ada di sana. "Tak kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Tak Cinta, Tak Cinta maka Tak Ikhlas".
Profil
| Nama Panggilan Alamat |
: : : |
ISMAIL HARUN Is atau Aram Jln. Prof. D.R. W. Z. Yohanes, RT/RW: 003/004 Kel. Paupire Kec. Ende Tengah Kab. Ende |
KemarinKu
Lahir pada hari selasa, 20 Maret di sebuah kota Soe Kabupaten TTS - NTT. Anak ke-4 dari 5 bersaudara, buah hati pasangan Bapak Harun Abdullah Rato dan Mama Ahwa Banggo. Pekerjaan Bapak adalah penjahit dan mama adalah seorang ibu yang kesehariannya selain sebagai ibu rumah tangga, beliau juga berjualan di depan BRI Unit Paupire (Ceritanya akan dibahas di postingan selanjutnya👪).
Semasa kecil, saya tidak ada bedanya dengan anak-anak kecil lainnya, meski hidup sederhana, kebutuhan saya selalu dipenuhi oleh orang tua, saya menempuh pendidikan formal di di SD Inpres Onekore V, SLTP Negeri 1 Ende, SMK Negeri 2 Ende.
Lahir pada hari selasa, 20 Maret di sebuah kota Soe Kabupaten TTS - NTT. Anak ke-4 dari 5 bersaudara, buah hati pasangan Bapak Harun Abdullah Rato dan Mama Ahwa Banggo. Pekerjaan Bapak adalah penjahit dan mama adalah seorang ibu yang kesehariannya selain sebagai ibu rumah tangga, beliau juga berjualan di depan BRI Unit Paupire (Ceritanya akan dibahas di postingan selanjutnya👪).
Semasa kecil, saya tidak ada bedanya dengan anak-anak kecil lainnya, meski hidup sederhana, kebutuhan saya selalu dipenuhi oleh orang tua, saya menempuh pendidikan formal di di SD Inpres Onekore V, SLTP Negeri 1 Ende, SMK Negeri 2 Ende.
|
|
|
Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat
menengah tahun 2003, saya mengikuti seleksi menjadi anggota Polri pada tahun 2004 dan pada tahun 2005, sempat sampai pada tahapan seleksi tingkat akhir (Pantohir) tetapi dinyatakan belum berhasil, hidup seakan terhenti.
Setelahnya, saya menetap di kota Soe, tinggal bersama adik laki-laki
dari Bapak yang mngabdikan diri di kota tsb. Berbagai cerita terukir
bersama waktu, merangkai kisah masa remaja dengan kebahagian sesaat,
terpenjara dalam bayangan semu hingga akhirnya memutuskan untuk kembali
ke Ende pada tahun 2007. Ketika kembali, saya berusaha untuk bekerja,
bermacam pekerjaanpun dilakukan, berawal dari ojek, bekerja di bengkel
las, menjadi operator di warnet, teknisi program laptop dan komputer,
dan lain-lain.
Pada tahun 2009 ada sebuah kisah yang tak bisa saya lupakan, mengalami kecelakaan sepeda motor. Sepeda motor yang saya kendarai
ditabrak oleh sepeda motor dari belakang, saat itu saya sendirian berkendara. setelah tabrakan saya tak sadarkan
diri, wajah bengkak dan mengalami patah tulang rahang, darah mengalir
terus hingga tak ada yang mengenali diri saya, bahkan mama juga tak bisa mengenali saya. Ketika itu bulan
ramadhan di waktu menjelang sahur terjadinya kecelakaan dan saya baru dikenali saat ba'da isya, polisi mendapati dompet dibawah jok motor dan melihat identitas didalamnya.
Alhamdulillah masih diberi keselamatan oleh Allah, dan saya sadar itu adalah balasan CASH atas dosa-dosa dimasa sebelumnya. Setahun setelah kecelakaan saya memutuskan untuk kuliah, sehingga Universitas Flores menjadi pilihan utama. Selama kuliah saya juga terlibat aktif dalam Organisasi Kemahasiswaan Baik di Intra maupun ekstra kampus. saya mendapatkan gelar Sarjana Pada tahun 2016 dan sekarang mengabdi sebagai Panitia Pengawas Pemilihan Umum.




0 komentar