![]() |
| Ilustrasi virus corona. Sumber : Stocktrek Images/Getty Images |
Dunia telah dikejutkan dengan kehadiran Corona Virus Disease (COVID), virus ini telah menyebabkan kematian dengan jumlah banyak di daerah yang disinggahinya. Indonesia termasuk salah satu negara yang juga merasakan kehadiran virus ini. Berbagai upaya pencegahan dilakukan oleh pemerintah guna memutus mata rantai penyebarannya. Pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap orang dihimbau agar tidak keluar rumah dan melakukan aktivitas kerja dari rumah, hal ini berlaku juga pada bidang pendidikan, pemerintah memberikan kuota internet gratis untuk mengakses web atau aplikasi belajar, dan juga melaksanakan program belajar di rumah melalui saluran TVRI.
Di Kabupaten Ende, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan telah menindaklanjuti Instruksi Bupati Nomor: PK 420/KEP/310/HK/2020 yang memuat tentang status merumahkan semua peserta didik, guru dan tenaga kependidikan terhitung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.
Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yakni belajar secara online dan melalui televisi, dalam prosesnya tidaklah berjalan mulus seperti yang diharapkan. Ada saja kendala di beberapa daerah yang diantaranya, keterbatasan jaringan internet, belum adanya jaringan listrik, tidak adanya saluran TVRI, Peserta didik tidak memiliki hp android dan/atau dirumah peserta didik tidak memiliki televisi, dll. Hal ini menuntut guru dan tenaga pendidik agar lebih kreatif sehingga peserta didik tetap mendapatkan pendampingan dalam proses belajar di rumah. Agar kegiatan ini efektif, partisipasi dari orang tua juga merupakan faktor pendukung.
Sebagai seorang guru yang baru selesai mengikuti latihan dasar (latsar) CPNSD 2020 di Kupang (21 Januari - 21 Maret 2020), saya harus mengikuti anjuran pemerintah agar isolasi mandiri 14 hari. Saya mengajar IPA kelas 7 sebanyak 4 kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 104 orang di SMP Negeri 2 Nangapanda yang berlokasi di Desa Pedarape Kecamatan Pulau Ende. Saya mengajar IPA kelas 7 sebanyak 4 kelas dengan jumlah total peserta didik sebanyak 104 orang. Sekarang saya mengikuti instruksi pemerintah, membimbing peserta didik belajar di rumah dengan cara online, namun kendala-kendala yang disebutkan di atas juga saya alami, untuk itu harapan saya kepada orangtua peserta didik "Saya titip anak didik, tolong perhatikan dan dukung mereka untuk belajar di rumah, saya akan selalu bersama mereka meski tak bertemu, semoga wabah ini cepat berakhir sehingga saya dan mereka bisa kembali beraktivitas di sekolah"
Dengan adanya wabah covid19, menjadi pengingat bahwa rumah adalah sekolah, tempat dimana kita memulai mencari pengetahuan baru, dan orangtua adalah guru pertama kita, dari merekalah kita mengawali untuk mengetahui siapa diri kita.
Di Kabupaten Ende, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan telah menindaklanjuti Instruksi Bupati Nomor: PK 420/KEP/310/HK/2020 yang memuat tentang status merumahkan semua peserta didik, guru dan tenaga kependidikan terhitung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.
Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yakni belajar secara online dan melalui televisi, dalam prosesnya tidaklah berjalan mulus seperti yang diharapkan. Ada saja kendala di beberapa daerah yang diantaranya, keterbatasan jaringan internet, belum adanya jaringan listrik, tidak adanya saluran TVRI, Peserta didik tidak memiliki hp android dan/atau dirumah peserta didik tidak memiliki televisi, dll. Hal ini menuntut guru dan tenaga pendidik agar lebih kreatif sehingga peserta didik tetap mendapatkan pendampingan dalam proses belajar di rumah. Agar kegiatan ini efektif, partisipasi dari orang tua juga merupakan faktor pendukung.
Sebagai seorang guru yang baru selesai mengikuti latihan dasar (latsar) CPNSD 2020 di Kupang (21 Januari - 21 Maret 2020), saya harus mengikuti anjuran pemerintah agar isolasi mandiri 14 hari. Saya mengajar IPA kelas 7 sebanyak 4 kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 104 orang di SMP Negeri 2 Nangapanda yang berlokasi di Desa Pedarape Kecamatan Pulau Ende. Saya mengajar IPA kelas 7 sebanyak 4 kelas dengan jumlah total peserta didik sebanyak 104 orang. Sekarang saya mengikuti instruksi pemerintah, membimbing peserta didik belajar di rumah dengan cara online, namun kendala-kendala yang disebutkan di atas juga saya alami, untuk itu harapan saya kepada orangtua peserta didik "Saya titip anak didik, tolong perhatikan dan dukung mereka untuk belajar di rumah, saya akan selalu bersama mereka meski tak bertemu, semoga wabah ini cepat berakhir sehingga saya dan mereka bisa kembali beraktivitas di sekolah"
Dengan adanya wabah covid19, menjadi pengingat bahwa rumah adalah sekolah, tempat dimana kita memulai mencari pengetahuan baru, dan orangtua adalah guru pertama kita, dari merekalah kita mengawali untuk mengetahui siapa diri kita.






0 komentar